Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Burhanuddin Muhtadi

Politik Identitas Mengancam Demokrasi

Salam Perspektif Baru,

Tahun ini kita akan menghadapi pilkada, tahun depan kita akan menghadapai pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Jadi kita sangat ingin melengkapi diri kita dengan kecerdasan menghadapai pemilihan umum karena mungkin sekarang tidak sama dengan lima tahun lalu dan juga banyak pemilih pertama. Siapa lagi yang lebih cocok untuk membahas pemilu atau untuk mendidik kita mengenai pemilih... Baca ›

Edisi 1137 | 15 Jan 2018 | 0 Komentar


Berita PB

Perspektif Baru di Makassar, didukung oleh KAS

Komentar Terbaru

  1. salomo sinaga 25 Aug 2014 08:35 WIB
    Mohon informasi untuk kejar paket B wilayah ciawi dst nya..trimakasih...
    Dalam wawancara Dhanang Sasongko ›
  2. icha 23 Aug 2014 16:37 WIB
    boleh saya menanyakan lbh dalam mengenai penyakit thalasemia ? trimakasih. ...
    Dalam wawancara Rinnie Amaluddin ›
  3. icha 23 Aug 2014 16:33 WIB
    boleh saya menanyakan dalam mengenai penyakit thalasemia ? trimakasih. ...
    Dalam wawancara Rinnie Amaluddin ›
  4. yani wijaya 22 Aug 2014 16:10 WIB
    Dr gentur adalah dokter yg jarang ditemui pada zaman sekarang ini. Lebih memikirkan pasien dr pd keuntungan. Saluttttttt...
    Dalam wawancara Dr. Gentur Sudjatmiko SpBP ›
  5. unggul joko setyono 17 Aug 2014 12:09 WIB
    saya pengen jadi pelatih tapi saya tidak pnya uang daftar,dl ikut s3 di semarang tp 1 bulan aja karna gk ada biaya,boleh gk saya jadi asisten pelatih dl dan dapat untuk sekolah pelatih,karna saya meliat bakat bola bnyak,tp hrus sekolah dl,mohon bantuanya,terima kasih,saya pengen gunakan formasi 3-3-...
    Dalam wawancara Timo Scheunemann ›
  6. melisya 03 Aug 2014 18:25 WIB
    Informasi penting apa aj yg bsa d dpt?...
    Dalam wawancara Andre ›
  7. Muhamad Sobirin 29 Jul 2014 09:19 WIB
    Coach saya mo tanya ? gimana caranya mendapatkan buku pedoman kepelatihan buat pegangan guru,...? Terimakasih......
    Dalam wawancara Timo Scheunemann ›