Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Arsip Wawancara

1-10 dari 44 wawancara

  • Photo Bintang Tamu
    Budhy Munawar Rachman:
    Keterbukaan Antar Agama Sangat Penting

    Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk para pembaca sekalian. Kita bertemu kembali dalam program Perspektif Baru. Dalam beberapa kesempatan yang lalu, kita sempat bicara tentang agama. Agama secara kontekstual. Tamu kita sebelumnya adalah Prof. Dr. Azyurmardi Azra, Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta dan Ahmad Sahal dari Freedom Institute. Kali ini kita kedatangan tamu Budhy Munawar Rachman, beliau adalah Direktur Pusat Studi Islam Paramadina. Kita masih akan bicara m... Baca ›
    Edisi 407 | 29 Des 2003 | 4 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Kartini Nurdin:
    Minat Baca Buku Terbentur Rendahnya Daya Beli Masyarakat

    Asalamu’alaikum Warrahmahtullahi Wabarakatuh, salam sejahtera buat pendengar sekalian. Setelah seminggu kita berpisah, kali ini kita bertemu kembali dalam Perspektif Baru. Kali ini kita ingin bicara mengenai buku. Buku begitu penting karena menjadi salah satu media masyarakat untuk menimba pengetahuan. Media masyarakat untuk bertukar pengetahuan. Sayangnya buku masih menjadi barang yang bisa dikatakan langka di Indonesia. Langka bukan dalam jumlahnya tapi l... Baca ›
    Edisi 405 | 15 Des 2003 | 1 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Ian Situmorang:
    Dana Kurang, Prestasi Sulit Ditingkatkan

    Asalamu’alaikum Warrahmahtullahi Wabarakatuh, salam sejahtera buat pendengar sekalian. Setelah seminggu kita berpisah, kali ini kita bertemu kembali dalam Perspektif Baru. Kali ini kita telah kedatangan tamu. Beliau adalah Bung Ian Situmorang. Pemimpin redaksi tabloid Bola, sebuah tabloid yang sejak dari dulu sangat intens menulis tentang olahraga. Juga, sangat besar kontribusinya dalam usaha memajukan olahraga di Indonesia. Kenapa topik kali ini olahraga? ... Baca ›
    Edisi 404 | 08 Des 2003 | 2 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Ahmad Sahal:
    Islam Tidak Pernah Lepas Dari Konteks Historis, Ruang dan Waktu

    Asalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera buat pendengar sekalian. Setelah seminggu kita berpisah, kali ini kita bertemu kembali dalam Perspektif Baru. Menjelang Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, kita akan berbicara tentang Islam. Islam dalam kedudukannya di masyarakat Indonesia. Kita meyakini bahwa Islam mengandung nilai-nilai yang universal. Di Indonesia, agama inilah yang mayoritas dipeluk oleh penduduk. Dengan demikian berba... Baca ›
    Edisi 402 | 24 Nov 2003 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Jahja Setiaatmadja:
    Hukuman Paksa Badan Harus Diberlakukan Secara Tepat

    Perspektif Baru kali ini akan mengangkat masalah yang sangat penting yaitu pajak. Di beberapa kesempatan kami telah mendatangkan wakil dari Direktorat Jenderal Pajak untuk berbicara visi mereka tentang Reformasi Perpajakan dan bagaimana pentingnya pajak bagi masyarakat. Sekarang kita ingin melihat perspektif yang berbeda yaitu dari sudut pandang wajib pajak. Karena itu kami telah mengundang bapak Jahja Setiatmadja, Managing Director Bank Central Asia. Yang ... Baca ›
    Edisi 401 | 17 Nov 2003 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Ai Mulyadi Mamoer:
    Pemberantasan Korupsi Gagal Karena Tidak Ada Kemauan Politik

    Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera saya ucapkan buat pembaca sekalian. Kita bertemu kembali dalam program kesayangan kita, program seminggu sekali Perspektif Baru. Sebuah program untuk pencerdasan dan pendidikan publik.  Orang sudah malas dan bosan untuk berbicara lagi mengenai korupsi. Beribu-ribu kali dibicarakan, ribuan artikel di surat kabar, talk show TV, talk show radio bicara mengenai korupsi, tapi sepertinya korupsi m... Baca ›
    Edisi 400 | 10 Nov 2003 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Prof. Dr. Azyumardi Azra:
    Agama Digunakan Sebagai Stempel Untuk Benarkan Konflik

    Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera dan selamat sore saya ucapkan buat pendengar sekalian. Kita bertemu kembali dalam program kesayangan kita, program seminggu sekali Perspektif Baru. Sebuah program untuk pencerdasan dan pendidikan publik. Indonesia menjadi salah satu negara yang pluralis baik dari segi budaya maupun agama. Faktor geografi yang strategis menjadikannya persemaian yang baik dalam persilangan budaya. Budaya dar... Baca ›
    Edisi 399 | 03 Nov 2003 | 3 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Ray Rangkuti:
    Secara Teori, Pemilu 2004 Akan Lebih Baik dan Demokratis

    Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera dan selamat sore saya ucapkan buat pendengar sekalian. Kita bertemu kembali dalam program kesayangan kita, program seminggu sekali Perspektif Baru. Sebuah program untuk pencerdasan dan pendidikan publik. Tahun depan, tidak lama, dalam hitungan bulan akan kita hadapi apa yang disebut dengan pesta demokrasi. Kita sering menyebut pemilu sejak dari dulu sampai sekarang dengan sebutan itu. Saat pemilu, kita akan sering mel... Baca ›
    Edisi 398 | 27 Okt 2003 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Frans Hendra Winarta:
    Integritas Pimpinan Penting Demi Tegakkan Hukum

    Pemirsa, selamat berjumpa lagi dengan saya Faisol Riza, pembawa acara Perspektif Baru. Sebuah acara radio yang ditujukan untuk pendidikan masyarakat sipil dikemas dalam bentuk dialog selama 30 menit dan disiarkan ke seluruh Indonesia melalui lebih kurang 250 stasiun radio. Kali ini kita akan menyinggung persoalan yang umum diperbincangkan dan menjadi impian masyarakat yaitu penegakan hukum. Belakangan ini, kita banyak menyaksikan proses pengadilan seperti k... Baca ›
    Edisi 397 | 20 Okt 2003 | 2 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Asvi Warman Adam :
    Perlu Ada Pelurusan Sejarah Peristiwa 1965

    Peristiwa 30 September 1965 tentu tidak mudah kita lupakan, karena itu merupakan awal runtuhnya pemerintahan orde lama. Tapi dibalik peristiwa itu, sebetulnya ada hal yang tidak cukup banyak diketahui oleh masyarakat yaitu adanya pembantaian orang-orang yang diduga menjadi anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Banyak sumber mengatakan bahwa lebih dari 500.000 orang menjadi korban pembantaian ini dengan alasan untuk memberantas komunisme.

    Baca ›
    Edisi 396 | 12 Okt 2003 | 5 Komentar

‹ Sebelumnya | Berikutnya ›