Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Arsip Wawancara

1-10 dari 17 wawancara

  • Abdul Hakim Garuda Nusantara:
    Menghadapi Krisis yang tak Selesai

    Berbagai kegemasan dan ketidaksabaran melandasi usaha-usaha untuk menanggapi krisis yang tidak selesai atau reformasi yang tidak mulai-mulai. Kalau salah tanggap, salah kaprah, malah memperparah keadaan. Kawan melawan kawan, dan lawan yang sesungguhnya dilupakan. Akar-akar dari krisis ini sering tidak terlihat.

    Satu segi yang oleh banyak orang mulai dicurigai atau dianggap sebagai yang harus diatasi lebih dahulu sebelum kita bisa mengatasi yang la... Baca ›
    Edisi 225 | 25 Jun 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Masdar Farid Mas’udi:
    Kekuatan dan Kendala Pesantren

    Tamu Perspektif Baru kita adalah Masdar Farid Mas’udi, seorang aktivis yang sekarang aktif juga di Komisi Oumbudsman Nasional, dan anggota Syuriah PBNU. Selain itu Masdar juga pengajar dalam bidang Islamologi pada Institut Filosofi atau Falsafat Driyarkara, juga sebagai Direktur Eksekutif di P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat).

    Masdar menghabiskan sekolahnya di Pesantren, lalu melanjutkan ke IAIN, dan Pasca Sarjana UI. Karena itu sangat... Baca ›
    Edisi 223 | 13 Jun 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Sardjono Jatiman:
    Akar Kerusuhan Sudah Ada, Tinggal Ditumbuhkan

    Banyak sekali bentuk kerusuhan dan penyebabnya juga banyak, tapi semua datang pada saat yang bersamaan. Demonstrasi mahasiswa yang sangat bisa dibenarkan menuntut pengadilan Soeharto, rupanya terkena infiltrasi unsur-unsur yang melakukan perusakan terhadap milik masyarakat bahkan mobil tentara. Aksi-aksi ini bercampur dengan rakyat yang tidak terlalu jelas dalam penyampaian pesannya, dibarengi dengan sikap aparat yang tidak pasti. Sebaliknya pada saat yang tidak terduga aparat b... Baca ›
    Edisi 222 | 06 Jun 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Sri Mulyani Indrawati:
    Presiden Harus Dilindungi dari Keputusan yang Keliru

    Kita masuk dalam minggu-minggu yang menentukan, bahkan dapat dikatakan gawat, dalam perkembangan pemerintahan yang dikecewakan oleh kelambatan menciptakan kemajuan ekonomi yang berarti. Pemerintah yang banyak diharapkan rakyat ketika terpilih Oktober tahun lalu, sejauh ini mengecewakan harapan-harapan kita. Kita tidak ingin membatasi diri bicara mengenai ekonomi pada kesempatan ini.

    Urusan lain banyak yang ditangani dengan baik oleh pemerintahan Gus Dur. Na... Baca ›
    Edisi 221 | 30 Mei 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Muhaimin Iskandar:
    Gus Dur, Jangan Kecewakan Pendukung Anda

    Sampai sekarang kebanyakan orang masih merasa beruntung punya Gus Dur sebagai Presiden. Tetapi akhir-akhir ini kurang efektifnya manajemen ekonomi mengundang keprihatinan, apalagi kontroversi mengenai Letter of Intent dan perilaku para Menteri yang bertitilk tolak dari ego politik. Banyak orang di masyarakat berpikir secara sederhana, kenapa tidak membuat kabinetnya lebih efektif ? Mengapa Presiden tidak mengambil kesempatan ini untuk membuat kabinet yang lebih homogen. <... Baca ›
    Edisi 220 | 23 Mei 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Faisal Basri:
    Tanpa Team Work Susah Mengharap Perbaikan

    Kita akan mengikuti suatu pembicaraan yang pasti amat menarik, dengan seseorang yang pasti akan semakin penting di negara ini, yaitu Faisal Basri. Dia penting, karena dulu ikut mempelopori gerakan reformasi dari kampus UI. Sikapnya yang konstruktif akhirnya mendesak dia untuk ikut secara aktif dalam pemerintah Gus Dur dari dalam. Terakhir ini, dia telah ditunjuk dan aktif sebagai salah satu dari Tim Asistensi Ekonomi, bagian inti dari pemerintahan Gus Dur.

    Baca ›
    Edisi 215 | 18 Apr 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Arief Priyadi:
    Jangan Sampai Kita Lupa

    Sudah lama kita menjalani masa transisi yang diberi berbagai nama, mulai dari reformasi sampai pembaruan. Kemarin seorang wartawan asing bertanya pada saya: "Apakah anda mengira bahwa perubahan akan datang begitu cepat dari suatu masyarakat yang terkekang, dengan pers yang tertekan, dengan politik yang juga dibatasi, menjadi suatu massa yang terbuka? Walaupun penuh persoalan, jelas kita sudah punya Indonesia yang bukan seperti dulu, Indonesia yang baru dan penuh harapan. Wartawa... Baca ›
    Edisi 213 | 04 Apr 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Luhut MP Pangaribuan:
    Reformasi Hukum Semakin Krusial

    Kita bergembira bisa menyampaikan pikiran orang-orang yang terpilih di Indonesia ini dan kali ini yang kita ingin sampaikan adalah pemikiran dari Saudara Luhut Marihot Parulian Pangaribuan, seorang lawyer, advokat, atau pengacara, ahli hukum lulusan dari UI, yang kemudian melanjutkan pengalamannya di berbagai tempat yang terlalu banyak untuk disebut, hanya perlu kami sebutkan bahwa sebagai orang yang kami pilih untuk kami ajukan kepada anda tentu dia berada dipihak seperti kita, yaitu ... Baca ›
    Edisi 212 | 28 Mar 2000 | 1 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Goei Siauw Hong:
    The New Wave dalam Pasar Modal

    Kita ingin menyorot bagaimana prospek pemulihan atau pertumbuhan dari pasar modal khususnya bursa efek di Jakarta dalam kurun waktu 1-2 tahun ini. Walaupun perekonomian kita belum membaik secara nyata, bahkan aspek-aspek lain kehidupan Indonesia belum juga memenuhi sasaran reformasi yang kita kehendaki semua. Namun dalam hal perasaan dan keyakinan, arah ke perbaikan itu sangat diperkuat dengan adanya pemerintahan baru yang berpihak pada kepentingan masyarakat, kepentingan pasar, terban... Baca ›
    Edisi 211 | 21 Mar 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Hardoyo:
    G 30 S PKI Tetap Misteri

    Kalau kita bayangkan bahwa tahun-tahun ini sedang terjadi perubahan politik yang bersejarah di Indonesia. Sebetulnya sejak kemerdekaan, ini merupakan kedua kalinya kita menemui titik balik yang begini drastis. Perubahan sekarang mudah-mudahan tidak akan mengundang pertumpahan darah seperti yang kita alami sebelumnya. Pada perubahan drastis yang terjadi satu generasi yang lalu yaitu pada peristiwa gerakan Gerakan 30 September, terjadi pertumbahan darah yang luar biasa besa... Baca ›
    Edisi 210 | 14 Mar 2000 | 3 Komentar

‹ Sebelumnya | Berikutnya ›