Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Arsip Wawancara

1-10 dari 31 wawancara

  • Photo Bintang Tamu
    Firman Lubis:
    Kesehatan Juga Perlu Mengalami Reformasi

    Walaupun krisis masih berkecamuk di negeri kita ini, tapi kita perlu memikirkan masa depan, memikirkan cara fundamental untuk keluar dari tahun-tahun yang mungkin melahirkan generasi yang hilang dan berpaling pada usaha-usaha untuk membuat masyarakat ini lebih sehat. Kita perlu membicarakan penanganan kesehatan yang betul-betul bisa jalan, dengan biaya yang terjangkau. Tamu kita yaitu Dr Firman Lubis, sudah lama mengembangkan cara agar masyarakat bisa membuka jalan sendiri kearah penge... Baca ›
    Edisi 242 | 24 Okt 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Irwan Prayitno:
    Asset Terakhir untuk Dimanfaatkan

    Perspektif Baru kali ini ingin membawakan topik pertambangan dan energi, karena dibalik krisis moneter, krisis ekonomi yang sekarang terjadi, sebetulnya sektor yang tidak perlu terpuruk adalah pertambangan. Karena dasarnya adalah sumber daya alam yang masih ada didalam tanah. Energi mempunyai gambaran berbeda sebab energi tidak selalu berasal dari barang dalam tanah bahkan punya alternatif -alternatif lain, tapi keduanya secara tradisional di Indonesia memang terangkum dalam satu dep... Baca ›
    Edisi 241 | 17 Okt 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Ali Masykur Musa:
    Menarik Garis Pemisah Tebal terhadap Orde Soeharto

    MINGGU-minggu terakhir ini banyak terjadi peristiwa mengejutkan, bukan saja bagi kita di Indonesia tapi juga bagi pengamat berita di seluruh dunia. Tragedi peledakan bom di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang mengambil korban meninggal belasan orang, luka-luka puluhan orang, merusak mobil dan barang, betul-betul menyadarkan kita bahwa teror sudah masuk dalam kehidupan kita. Kemudian kerusuhan dan pembunuhan di Atambua membuat kita sangat defensif dan gagap menanggapinya dengan mempertentan... Baca ›
    Edisi 240 | 10 Okt 2000 | 1 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Arwin Rasyid:
    Meraih Nilai dari Aset-aset

    Di balik peristiwa gegap gempita, konsentrasi masyarakat sekali lagi tertuju pada penyembuhan bank-bank yang sakit dan juga penyembuhan negara yang sakit secara ekonomi. Cara yang perlu tapi sulit adalah dengan meraih sedikit asset-asset, nilai-nilai yang tersisa pada bank-bank yang sakit tersebut. Tiga tahun dalam keadaan krisis seperti yang kita alami sekarang ini memang rasanya seperti 30 tahun, orang sudah hampir lupa keadaan dulu dimana kita punya 148 bank, sekarang tinggal hanya beberap... Baca ›
    Edisi 239 | 01 Okt 2000 | 1 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    John S Karamoy:
    Mengurangi Ketergantungan pada Minyak Bumi

    Perspektif baru kali ini ingin berbicara mengenai energi, terpancing oleh keadaan sekarang dimana masalah subsidi BBM kembali menjadi topik. Tiap tahun masyarakat dipusingkan dengan pencabutan subsidi, karena ujungnya adalah membuat harga bensin, harga minyak tanah dan bahan bakar lain menjadi lebih mahal dipasaran. Mengapa harus begitu ? Dari tahun 70-an sampai sekarang tiap 3 tahun, tiap 2 tahun, harga BBM naik. Sebetulnya kalau kita mengerti mengapa itu naik barangka... Baca ›
    Edisi 238 | 26 Sep 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Andi Malarangeng:
    Giliran Lembaga Politik Memenangkan Legitimasi

    Kejadian-kejadian politik sejak interpelasi DPR terhadap pemerintah menjelang Sidang Tahunan MPR, dan kemudian kejadian-kejadian politik yang dramatis selama Sidang Tahunan MPR, dimana Gus Dur dan pemerintahannya sangat tertekan tapi kemudian lolos secara ajaib, bahkan mendapat suatu posisi politis yang kuat, masih tercatat segar dalam ingatan kita. Keluar dari Sidang MPR, presiden Abdurahman Wahid membentuk kabinetnya hampir tanpa masukan dari pihak politik lain, terma... Baca ›
    Edisi 236 | 12 Sep 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Lin Che Wei:
    Pisahkan Kepentingan Politik dari Kepentingan Ekonomi

    Kondisi perekonomian kita tetap belum tertangani dan kabinet yang diumumkan baru-baru ini tidak menimbulkan inspirasi yang besar. Namun kita harus menghadapi masa depan dengan baik. Disamping penilaian bagi kabinet yang belum bekerja, kita juga ingin melihat apa yang kita harapkan sesudahnya.. Dalam soal ekonomi ini kali ini kita ingin berpaling bukan pada pakar-pakar teori tapi pada seorang pemain pasar, seorang ahli sekuritas, yaitu Lin Che Wei yang lahir di Ba... Baca ›
    Edisi 235 | 05 Sep 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Sutradara Ginting:
    Sistim Multi Partai dalam Ujian

    Setelah sidang MPR kita mengalami peristiwa politik yang hampir sama besarnya, yaitu pengumuman kabinet kedua pemerintah Gus Dur dan Megawati. Kita ingin mengerti, bagaimana nuansa politik yang lahir dari sistem multi partai terbawa kedalam penyusunan kabinet. Sebelumnya politik multi partai berkibar dalam persidangan ST MPR kemarin, interpelasi DPR dan kehidupan politik di masyarakat. Karena alam multi partai yang sekarang ini adalah sesuatu yang sangat baru setelah 33 tahun hi... Baca ›
    Edisi 234 | 29 Aug 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Greg Barton:
    Kelanjutan Kepresidenan Gus Dur

    SEKARANG kita akan bicara mengenai masa depan yang akan dihadapi oleh rakyat Indonesia, khususnya dalam hubungan dengan pemerintahan baru atau sebetulnya adalah kabinet baru. Tapi kalau kita lihat apa yang terjadi di MPR kemarin, boleh dikatakan bahwa kita telah lolos dari suatu drama politik yang membuat semua orang menjadi tambah bijaksana. Mudah-mudahan saja, dan paling tidak tambah pengalaman dalam menghadapi jalannya demokrasi di Indonesia sambil mengatasi krisis. ... Baca ›
    Edisi 233 | 22 Aug 2000 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Arifin Panigoro:
    Mengembalikan Fokus Reformasi

    SATU tahun kurang 3 bulan sudah, kita berada dalam perjalanan menuju ke demokrasi, hanya saja dimana demokrasi dan dimana kita, kita belum tahu. Seakan-akan jalanan ini berputar-putar, kadang-kadang kelihatan dekat tapi kadang-kadang kelihatan jauh, seperti orang yang ingin mencapai gunung, kelihatan tapi capai juga jalan mencapai gunung itu. Apalagi kalau jalan ke arah gunung tersebut penuh dengan jurang dan sungai. Tapi kita tetap yakin, karena bagaimanapun reformasi ... Baca ›
    Edisi 232 | 15 Aug 2000 | 0 Komentar

‹ Sebelumnya | Berikutnya ›