Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Beoscope
Saksikan video Perspektif Baru di Beoscope

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

PROFIL: Sekar Audrey

Pengamen jalanan berbakat besar

Edisi 9007 | 29 Mei 2009 | Cetak Artikel Ini

Harapan Sekar dimasa depan bisa menjadi orang sukses dengan bakat yang ia miliki, dan bila sudah berhasil, ia ingin punya sanggar untuk menampung seniman-seniman jalanan lainnya. Dalam waktu dekat ia berharap bisa menjadi penyanyi terkenal sehebat Mulan Jameelah, Ahmad Dhani, dll.

Suatu pagi perjalanan menuju kantor, Wulan bertemu dengan dua orang seniman jalanan yaitu Sekar dan Adik. Sekar dan Adik adalah seniman yang menghibur penumpang kendaraan umum dengan cara menyanyi dan bermain gitar. Di awal menyanyi Sekar mengenalkan dirinya adalah seorang pengamen jalanan yang saat itu sedang mengalami gangguan pada kesehatannya, ya, iya sedang flu.

Dengan diiringi petikan gitar dari rekannya, Sekar mulai bernyanyi. Lagu pembuka yang ia bawakan saat itu adalah lagu hits dari Agnes Monica. Dalam hati Wulan bergumam “Penasaran, ingin dengar suaranya, lagu yang dipilih termasuk kategori lagu dengan nada tinggi”. Flu tidak menjadi hambatan buat Sekar, ia tetap tampil PD [percaya diri] dan penuh keyakinan pada nada tinggi. Benar saja, ia mampu membawakan lagu itu dari awal hingga akhir dengan baik. Lagi-lagi membuat Wulan bergumam dalam hati, “ck, ck, ck.. lagi flu saja, suaranya sebagus itu, bagaimana bila sedang fit ya..

Terlintas dalam benak Wulan untuk meminta nomor telpon Sekar sambil berfikir mungkin suatu hari Wulan akan ada keperluan untuk menghubunginya, dan ia pun meminta nomor telpon Sekar. Sesampainya di kantor, Wulan mengajukan nama Sekar untuk diwawancara untuk kolom profil pada website yang kami kelola yaitu: www.perspektifbaru.com. Setelah disetujui oleh Bos, mulailah mereka atur waktu untuk mengadakan wawancara.

Sekar adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Lahir tanggal 5 Oktober tahun 1986 dari keluarga yang menurutnya biasa saja, bahkan kalau Sekar boleh bilang ia berada di lingkungan keluarga yang 'pas-pasan'. Mulai menyanyi sejak tahun 2002. Kedua orang tua Sekar mendukung ia menyanyi, tak jarang ia membawa rekan yang mengiringi ia menyanyi kerumahnya untuk diperkenalkan kepada orang tuanya. Dari menyanyi Sekar mendapatkan penghasilan yang lumayan. Disebutnya jika sedang hoky, ia bisa mengantungi Rp. 70.000,- dalam sehari, jika sedang sepi sekitar Rp. 30.000,-/hari. Uang tersebut digunakan untuk menambah biaya sekolahnya yang saat ini telah duduk di semester II Tehnik Informatika, Universitas Pamulang.

Sekar tidak menyesal menghabiskan waktu luangnya di jalanan dengan cara menyanyi. Melihat teman-teman seusianya yang menghabiskan waktunya di mall atau café, sama sekali tidak ada perasaan iri ataupun kecewa. Menurutnya, menyanyi lebih menyenangkan, ada kepuasan batin tersendiri didalamnya. Tidak pernah juga ia mengikuti kursus menyanyi sebelumnya, Sekar hanya berfikir suaranya adalah bakat menurun dari kedua orang tuanya yang disaat usia mudanya suka bernyanyi.

Tak jarang ia menemukan gangguan selama menjalani profesinya sebagai pengamen jalanan, misalnya: berhadapan dengan Tramtib, menemukan penumpang kendaraan yang bersikap sedikit tidak sopan dengan cara mencolek bagian tubuh Sekar. Namun rekan lelaki yang pada saat itu menjadi partnernya membantunya dengan menegur penumpang yang “iseng” tersebut.

Harapan Sekar dimasa depan bisa menjadi orang sukses dengan bakat yang ia miliki, dan bila sudah berhasil, ia ingin punya sanggar untuk menampung seniman-seniman jalanan lainnya. Dalam waktu dekat ia berharap bisa menjadi penyanyi terkenal sehebat Mulan Jameelah, Ahmad Dhani, dll. Sekar juga berharap kepada pemerintah agar dapat menampung bakat para seniman jalanan, sebagian dari mereka [pengamen] menjadikan kegiatan mengamen sebagai profesi dan mata pencaharian. Jangan pemerintah hanya menangkap dan menganggap mereka sebagai "pelaku Kriminal”

Kirim Komentar Anda

Nama:

Email: (tidak akan ditampilkan)

Pesan:

Agar kami pasti hanya menerima komentar anda (dan bukan spam), mohon ketik karakter ini dalam kotak dibawahnya:
Security Image
Ketik:

Catatan: Komentar kami periksa sebelum ditampilkan. Komentar yang tidak pantas, berisi iklan, atau keluar topik, bisa ditolak.

Klik satu kali saja dan tunggu...