Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Biem Benyamin

Calon Independen Membuka Pilihan Lebih Baik

Edisi 831 | 24 Feb 2012 | Cetak Artikel Ini

Salam Perspektif Baru,

Selamat bertemu kembali para penggemar Perspektif Baru. Sudah lima belas tahun acara ini di udara. Setiap minggu kita bawakan topik yang menarik, penting, lucu atau lainnya. Tamu kita kali ini adalah Biem Benyamin yang merupakan calon wakil gubernur dari independen atau non partai dengan pasangan Faisal Basri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Biem Benyamin adalah anak dari tokoh Betawi yang tersohor yakni Benyamin Sueb atau lebih dikenal dengan Benyamin S. Bermodal integritas dan kepercayaan diri serta dukungan publik, membuat Biem Benyamin memberanikan diri berpasangan dengan Faisal Basri sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Biem, dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai diperbolehkannya calon independen maju sebagai kepala daerah memberikan kesempatan kepada calon independen untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Keberanian Faisal Basri dan Biem Benyamin sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. Hal itu terbukti dengan banyaknya jumlah dukungan yang terkumpul yakni sebanyak 460 ribu, lebih dari jumlah syarat 407.354 dukungan.

Berikut wawancara Perspektif Baru dengan Wimar Witoelar dan Biem Benyamin.

Saya sangat excited, sangat senang sekali bisa didatangi tokoh yg orang tokoh dan akan menjadi lebih tokoh. Tapi saya cerita dulu, kita sudah mengalami banyak pemilihan umum di daerah, pemilukada, dan diselenggarakan dengan baik walaupun hasilnya kurang baik tapi prosesnya baik. Terutama hasilnya kurang baik itu karena barangkali calonnya tidak selalu baik, pemilihnya tidak selalu memilih. Sekarang ini kita harapkan terjadi cerita lain, calonnya bagus, yang memilih lebih banyak dan itu akan terjadi kalau calon-calonnya tidak semuanya dihasilkan oleh partai. Bolehlah partai mencalonkan namanya juga partai, tapi sangat bagus bila orang yang tidak berpartai juga menjadi calon, istilahnya calon independen.

Di Aceh pernah ada aturan khusus, gubernurnya memang dari calon independen. Di Jakarta DKI kedengarannya berat sekali. Tapi tahun ini ada terobosan besar sebab ada pasangan yang menyatakan diri calon independen yang sudah memenuhi syarat-syarat pendahuluan. Anda pasti senang calon independen, dan kalau Anda orang yang tidak terikat, tidak korup, waras, pasti Anda mendukung pasangan Faisal Basri dan Biem Benyamin. Dan kita beruntung sekarang kita didatangi Pak Biem Benyamin. Ini bukan kampanye tapi saya memang mendukung.

Terima kasih, assalamualaikum wr wb. Sangat luar biasa dan sangat berterimakasih, surprise saya bisa bicara dengan tokoh nasional, Pak Wimar Witoelar. Memang kalau balik ke konteks pembicaraan kita, di DKI pada Juli 2012 ini nanti akan ada Pilkada dan kita, Bang Faisal dan saya itu melalui jalur independen. Independen itu artinya memang bukan dari partai, jadi memang itu sebuah pilihan. Saya memang sejak 2004-2009 menjadi anggota DPD RI.

Biem itu bukan hanya tokoh yang kita kenal karya daerah melalui Bens radio dan sebagainya tapi juga sebagai pejabat publik, sudah 5 tahun jadi anggota DPD dan sekarang menjadi calon wakil gubernur dalam satu rangkaian independen dengan Faisal Basri. Anda sendiri kalau calon independen sih nggak milih caleg juga ya di DPRD? Tidak ada calon independen?

Di DPRD? Gak ada.

Biem Benyamin adalah calon wakil gubernur, sementara calon gubernurnya adalah Faisal Basri. Apakah Biem dari dulu memang punya panggilan untuk menjadi wakil rakyat atau pejabat publik?

Iya. Tahun 2004-2009 ya. 2005 itu saya mengajukan judicial review tentang dibolehkannya calon independen untuk maju menjadi kepala daerah, baik itu gubernur, walikota, bupati. Tapi memang waktu itu ketika saya mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi tidak diterima. Tetapi saya bersyukur ketika ada warga dari NTB mengajukan, itu diterima. Alasannya ketika saya mengajukan itu belum ada contoh. Sebenarnya kalau keputusan Mahkamah Konstitusi itu seharusnya mengikat dan tetap mengikat. Bersyukurlah dengan demikian seluruh Indonesia, termasuk DKI dibolehkan secara konstitusi, calon independen maju sebagai kepala daerah.

Sekarang kemarin aja kita lihat Anda dengan pendukung sudah mendaftar ke gedung perpustakaan KPUD dan sudah memasukkan KTP untuk memenuhi persyaratan. Berarti sekarang sedang diperiksa berkas-berkasnya oleh KPUD?

Proses verifikasi.

Syaratnya harus ada berapa dan yang dimasukkan berapa?

Syaratnya 407.354, sementara kami memasukkan sekitar 460 ribu lebih KTP sebagai dukungan

Itu cukup, melebihi jumlah dari persyaratan. Jadi saat ini sedang dihitung dan diverifikasi kelengkapannya. Tapi saya yakin ini tidak ada yang fiktif, tidak ada yang palsu, ini semua orangnya ada kalau disuruh tampil. Kalau sampai dihitung ternyata kena robek atau gak kebaca gitu jadi kurang, ini selesai ceritanya atau masih bisa ditambah?

Masih bisa. Jadi setelah verifikasi ini nanti ada yang sobek atau apa, itu harus digantikan.

Jadi ini proses yang sedang berjalan. Intinya, kalau di politik itu kita gak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali kita sendiri. Kalau kita dapat gubernur yang gak benar, itu karena kita gak nyetor KTP. Bagaimana Anda bisa ketemu Faisal Basri?

Sebenarnya 2007 sudah mulai kenal dekat. Suatu waktu setelah lebaran, tahun lalu ada tim Bang Faisal yang menghubungi saya dan mempertanyakan perihal menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tadinya saya berpikir itu untuk siaran radio saja.

Ternyata waktu ke sana, saya bilang Bang Faisal saya tidak punya uang banyak. Dan saya bertanya beberapa hal pada Bang Faisal, dan ternyata ini suatu match dan sepertinya jodoh. Saya melihat Bang Faisal orang yang bersih, memiliki integritas, seseorang yang bisa membangun kota Jakarta lebih baik dari sekarang. Akhirnya saya putuskan OK, kita bergabung dan tanpa ada sebuah surat hitam di atas putih.

Tidak ada kontrak politik?

Tidak ada.

Menarik. Saya kenal Bang Faisal orang yang cerdas, kelihatan sekali cerdasnya, sebab jelas Biem itu aset untuk pasangan ini, karena disukai, dikenal di seluruh Jakarta. Tapi, saya jadi bertanya apa tidak ada orang lain yang menawarkan Anda menjadi calon wagub di pasangan mereka. Apakah dari Partai Demokrat atau dari mana?

Kalau dari partai tidak. Calon independen ada. Tapi kita juga pkir-pikir kalau mau maju cuma sekedar maju, itu untuk apa? Buang-buang energi. Ini kita maju untuk membangun dan itu kalau kita ingin maju.

Tentu semua tahu, apalagi yang di DKI, tapi barangkali di pelosok-pelosok Indonesia ada yang tidak ingat bahwa Biem Benjamin itu memang adalah putranya Benyamin Sueb, atau Benyamin S lebih terkenalnya. Terus, orang suka bertanya, memangnya bisa beresin banjir, korupsi, macet Jakarta? Tapi paling tidak dia bisa ditanya. Dia gak akan kabur. Dia akan komunikasi dengan masyarakat. Kalau menurut Biem bagaimana menghadapi soal-soal yang sangat susah itu?

Semua tidak bisa instan. Ada proses, ada waktu yang memang harus kita jalani. Kalau pemimpinnya sama-sama untuk bekerja, saya rasa ada solusi yang akan kita lakukan untuk mencapai itu.

Jadi bukan hanya soal teknis saja, memperbaiki persoalan itu partisipasi masyarakat bisa dipakai. Di dalam keluarga Anda, sebetulnya kalau Ayahanda Benyamin hidupnya masa sekarang, dia langsung jadi gubernur. Soalnya waktu itu gak ada pemilihan bebas ya. Sekarang itu orang masih banyak asosiasikan Anda dengan Ayah Anda. Apa sesuatu yang mengejutkan atau memang sudah jadi bagian dari kehidupan Anda? Kan sudah lama Ayah tidak ada.

Ayah meninggal tahun f95. Dan kadang-kadang memang masyarakat berkata, "Wah Biem, tapi kok gak lucu kayak Babenya." Tapi, insya Allah, ini apa yang diberikan Almarhum. Ketauladanan yang baik itu, kita di keluarga, kita resap dari Almarhum. Beliau itu meskipun seorang artis dia tepat waktu, dia kerja keras.

Tepat waktu itu yang penting.

Dia tidak patah semangat, mandiri gitu ya. Nah, hal-hal begitu yang di keluarga bisa kita ambil.

Saya gak begitu tahu awalnya Benyamin Sueb itu. Memang dia itu bangkit sendiri, self-made, atau munculnya dari bawah, ya?

Muncul dari bawah. Dari dirinya lahir mungkin sudah ada tercipta seperti itu. Karena memang dari kecil dia sudah suka ngamen. Di kampung pakai kaleng rombeng keliling-keliling kampung. Senang menghibur. Jadi dia senang kalau orang lain senang. Kalau ketawa dia senang.

Bagi saya dia seorang genius, Benyamin Sueb. Dan saya harapkan Biem Benyamin juga membawa talent ini ke bidang pemerintahan DKI. Sepintar-pintarnya Faisal Basri, dia bukan ahli perkotaan, tapi dia itu banyak menghadiri atau mengadakan diskusi mengenai masalah-masalah perkotaan. Apa itu juga dialami bersama? Biem juga membuat diri lebih pintar dalam masalah-masalah itu sekarang ini?

Kita sebenarnya harus open minded, harus mendengarkan. Sebenarnya orang itu tidak bisa sendirian, apapun itu. Ya bukan seorang ahli-ahli banget toh di manapun di Jakarta itu banyak orang pintar yang memang bidang per bidang itu sudah ada, misalnya soal transportasi, sudah banyak. Masalahnya bagaimana kita mengkoordinir, melaksanakan itu dengan hati tulus, dengan benar, insya Allah akan lebih baik.

Setuju, dan bagi saya karena di Indonesia ini banyak orang pintar tapi yang kurang tuh orang baik. Banyak orang baik tapi kurang orang baik dalam posisi kekuasaan. Ya saya kira kalau kita cari penguasa, nomor satu baiknya dulu, tapi tidak usah ahli dalam satu bidang. Sejauh apa Biem merasa yakin akan menang dan apa yang Anda perlukan dari warga biasa, selain tentu suara nanti pada waktu pemilu, tapi sekarang apa yang kami bisa kerjakan untuk Anda?

Ya kita harapkan ini kalau dalam waktu dekat memang proses verifikasi. Jadi setiap kelurahan itu harus ada tim kita yang mendampingi petugas BPS.

@

Verifikasi itu diverifikasi per kelurahan? Sampel saja atau semuanya?

Per kelurahan. Kemarin dari KPUD itu sudah menyatakan, kalau verifikasi faktual secara keseluruhan. Satu kelurahan katakan itu ada 1.500, itu kan luar biasa susahnya. Nah, KPUD sudah agak longgar memberikan kebijakan itu 10% dari jumlah dukungan yang akan diverifikasi. Artinya bisa dihadirkan ke kelurahan atau ditanyakan nanti keliling keluarganya sendiri.

Bang Biem yang disebut verifikasi itu mereka punya fotokopi KTP, terus datang ke kelurahan, terus dilihat ini orangnya ada engga, begitu?

Betul. Itu bisa dihubungi by phone, datangi ke rumahnya nanti ditanyakan apakah Anda menyerahkan. Itu ada tiga pertanyaan tuh. Apakah Anda menyerahkan? Apakah memang ini benar? Apakah memang Anda mendukung calon pasangan ini? Begitu.

Kalau siaran nasional tolong hubungi teman di DKI. Sms, bbm, telepon, surat, kasih tau, "Eh lo jangan diam aja, gue ga bisa milih." Jadi hanya DKI yang bisa milih, soalnya apa yang terjadi di DKI itu pengaruhnya sangat besar secara nasional. Oke, kesempatan ini juga saya mau tanya dalam rangka kampanye, bagaimana bentuknya kira-kira?

Itu belum kita rumuskan.

Pemilunya tanggal berapa?

Pencoblosannya itu 11 Juli 2012.

Kok belum keliatan calon gubernur lain kampanyenya? Biem sudah tahu orang-orang yang akan jadi calon gubernur?

Nah, memang tahapan KPUD itu pendaftaran baru 13 Maret. Ya, ada beberapa calon.

Bisa sebutkan beberapa contohnya? Dari partai mana dia?

Pak Fauzi Bowo pastinya. Kalau dari partai mana belum tahu, tapi beliau itu Penasehat Demokrat. Lalu Nono Sampono belum tahu dari mana, terus Priya Ramadhani, terus Azis.

Jadi Anda yang di DKI atau Anda yang punya teman di DKI, mikir dari sekarang Anda lebih baik milih Fauzi Bowo, Priya Ramadhani, Nono Sampono atau Anda pilih Faisal Basri dan Biem Benjamin? Menurut saya sih gampang itu milihnya ya? Pilihlah orang yang Anda kenal, Anda percaya, apalagi didukung orang-orang baik ya. Terima kasih Biem Benjamin.

Sama-sama. Terimakasih banyak Pak Wimar.