Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Semua Orang Butuh Fisioterapi

Dini Siti Munajah

Edisi 1225 | 27 Sep 2019 | Cetak Artikel Ini

Salam Perspektif Baru,

Tamu kita adalah Dini Siti Munajah dari Pandeglang. Dia seorang ahli fisioterapi khususnya personal trainer. Dia sangat efektif dalam melaksanakan proses  untuk mengembalikan saya kepada kondisi fisik semula, bahkan dalam beberapa hal melebihi.

 

Dini mengatakan semua orang membutuhkan fisioterapi, dari usia 0 bulan bahkan sampai usia 70 tahun ke atas atau usia lanjut. Tapi tentunya sesuai kebutuhan masing-masing apakah untuk meningkatkan fisik, atau untuk meningkatkan performanya menjadi jauh lebih baik lagi.

 

Guna membedakan antara fisioterapi dengan orang yang awam dalam tanda kutip sering disamakan dengan tukang pijat adalah fisioterapi itu berdasarkan pendidikan yang menguasai atau mempelajari anatomi tubuh. Anatomi tubuh jadi mendalam bukan hanya sekadar otot atau tulang tapi kita juga mempelajari mengenai persyarafan, dan aliran darah, seperti bagaimana cara suplai oksigen masuk ke otak.

 

Kita sangat butuh olahraga minimal Plank. Posisi Plank itu posisinya seperti tengkurap tapi ditahan dengan tangan dan kaki, jadi benar-benar yang dirasakan adalah bagian perut atau core. Itu sangat penting karena core yang menopang seluruh tubuh kita. Jadi kalau ada yang mengatakan latihan Plank itu hanya untuk mengecilkan perut tidak hanya mengecilkan perut tapi untuk memperbaiki postur juga.

 

Berikut wawancara Perspektif Baru dengan Wimar Witoelar sebagai pewawancara dan narasumber   Dini Siti Munajah.

Dari sakit, yaitu seorang ahli fisioterapi khususnya personal trainer bernama Dini Siti Munajah dari Pandeglang. Dia sangat efektif dalam melaksanakan proses mengembalikan saya kepada kondisi fisik semula, bahkan dalam beberapa hal melebihi.

 

Jadi kita akan bicara mengenai profesi Dini dan juga pribadinya. Bagaimana para pembaca  bisa memanfaatkan  yang dimiliki oleh Dini Siti Munajah.  Kita akan membuka pengetahuan  dan juga kesadaran kita mengenai bidang fisioterapi. Siapa yang sebaiknya  perlu melakukan training fisioterapi, dan apakah perlu personal trainer untuk orang seperti saya?

 

Jadi sebenarnya semua orang membutuhkan fisioterapi, dari usia 0 bulan bahkan sampai usia 70 tahun ke atas atau usia lanjut. Tapi tentunya sesuai kebutuhan masing-masing apakah untuk meningkatkan fisik, atau untuk meningkatkan performanya menjadi jauh lebih baik lagi.

 

Jadi ada berbagai jenis fisioterapi.

 

Iya benar.

 

Apakah semuanya  dikuasai oleh Dini, atau ada spesialisnya? Misalnya, saya fisioterapi untuk berjalan. Sedangkan ada juga untuk ibu hamil. Apakah untuk ibu hamil, fisioterapinya khusus atau bisa Dini juga?

 

Sebenarnya untuk fisioterapi itu semua bidang sama. Semuanya menguasai itu. Jadi kalau fisioterapi itu ada spesialis seperti manual terapi pediatri, atau geriatri. Tapi kalau untuk spesial fisioterapi ini secara umum tidak ada yang masing-masing, semuanya menguasai bidangnya.

 

Dimana belajarnya atau apa yang membedakan orang yang punya kualitas spesifikasi sebagai fisioterapi dengan orang yang awam saja?

 

Fisioterapi sebenarnya harus melalui jenjang pendidikan terlebih dahulu.  Kalau untuk di Indonesia jenjang pendidikannya banyak, ada yang mulai dari D3, D4, hingga S1.  Sementara ini belum ada S2 dan S3. Jadi di Indonesia baru sampai S1. Untuk membedakan antara fisioterapi dengan orang yang awam dalam tanda kutip sering disamakan dengan tukang pijat adalah fisioterapi itu berdasarkan pendidikan yang menguasai atau mempelajari anatomi tubuh. Anatomi tubuh jadi mendalam bukan hanya sekadar otot atau tulang tapi kita juga mempelajari mengenai persyarafan, dan aliran darah, seperti bagaimana cara suplai oksigen masuk ke otak, bagaimana cara kerja tubuh kita sebenarnya dari segala aspek dalam tubuh kita.

 

Jadi ada pelajaran anatomi.

 

Iya. Sedangkan bila tukang pijit apa segala macam mungkin mereka mengerti, tapi tidak sampai dalamnya. Misalkan, ketika melakukan pijatan atau melakukan gerakan apapun yang dilakukan dia hanya untuk ototnya perlu direlaksasi. Ketika direlaksasi ada efek sampingnya atau tidak  seperti apa ke dalam tubuh maka dia tidak paham.

 

Sewaktu saya di rumah sakit dan sudah mau pulang, kami mencari dimana bisa mendapatkan perawatan fisioterapi. Di Rumah Sakit bisa tapi kita harus datang ke kliniknya, makanya kita mencari orang yang bisa melakukannya di rumah karena itu ketemu dengan Dini. Apa fisioterapi itu disediakan di rumah sakit pada umumnya, atau lebih banyak disediakan dalam bentuk servis individu kepada orang-orang di rumahnya?

Sebenarnya fisioterapi tersedia di rumah sakit, klinik, dan dikhususkan untuk homecare. Homecare dapat kita lakukan untuk beberapa pasien yang memang membutuhkan Homecare atau tidak bisa datang ke klinik atau rumah sakit. Jadi untuk mempermudah karena bagaimanapun kondisi pasien harus tetap bisa latihan untuk meningkatkan performa, misalnya untuk meningkatkan aktivitasnya kembali menjadi lebih baik lagi.

 

Katanya, saat saya keluar dari rumah sakit tidak bisa melakukan gerakan-gerakan tubuh karena atrofi akibat kita diam terus sehingga ototnya lupa berfungsi. Apa memang begitu? Jadi dokternya salah dong karena seharusnya selama di rumah sakit saya harus disuruh bergerak terus?

 

Memang benar pernyataan bahwa kalau seandainya kita sakit atau bed rest  maka tidak ada bergerak sama sekali. Sebenarnya seharusnya disarankan untuk minimal ada pergerakan. Kalau misalkan tidak bisa menggerakkan secara aktif, maka bisa dibantu mungkin sama susternya. Minimal otaknya terus bekerja supaya tidak terjadi atrofi yang seperti Anda katakan tadi. Ketika ototnya tidak digunakan maka aliran darah ke semua otot mengalami spastisitas atau kekakuan. Jadi bukan hanya otot tapi pada sendi-sendi bagian tulang kita juga mengalami kekakuan.

 

Berarti sampai satu derajat tertentu orang yang tidak banyak bergerak juga tidak sakit, tapi tidak banyak gerak bisa menurun fungsi gerakannya. Apa gerakan minimal yang sebaiknya dilakukan orang biasa umur antara 20 dan 40 tahun?

 

Kalau mengenai level minimal gerakan sebenarnya semua orang saat beraktivitas pasti melakukan bergerak. Cuma yang perlu kita perhatikan adalah ketika usia 20 sampai 40 tahun, karena aktivitas kerjanya yang sangat terlalu banyak fokus ke komputer atau segala macam,  kebanyakan kurang baik di bagian otot leher atau pundak, Di bagian itu biasanya sering banget mengalami kekencangan atau sepasma sehingga sering merasa pegal atau sakit di bagian kepala. Sebenarnya salah satu faktornya adalah posisi yang statis seperti membungkuk salam, atau fokus main komputer atau handphone. Dari situ awalnya bisa mengakibatkan juga namanya kifosis (bungkuk).

 

Apakah Bungkuk itu kebiasaan bukan karena lahir iya?

 

Bukan karena lahir, yang mengakibatkan kita bungkuk bukan karena kena tulangnya segala macam, tapi postur kita yang membiasakan otot kita  bekerja over yang bagian depannya. Bagian otot depan kita over bekerja sehingga menarik otomatis tubuh kita ke depan. Jadi yang belakangnya weakness atau lemah. Jadi sarannya adalah sempatkanlah pada saat bekerja atau nyetir melakukan stretching, minimal menarik apa sih bahunya ke belakang atau mobilisasi supaya sendi-sendinya sama ototnya tidak kaku.

 

Kembali ke permasalahan yang sebelumnya, bila kita bekerja di kantor, apa kebiasaan yang sebenarnya tidak sehat dilakukan dan kebiasaan yang harus ditingkatkan?

 

Ketika melakukan aktivitas bekerja terkadang kalau sudah terlalu fokus kita jadi tidak menghiraukan badan yang sudah terasa pegal. Bila sudah mulai terasa pegal, kita harus meluangkan waktu sekitar 2 menit untuk stretching sebentar, memperbaiki postur untuk tegak lagi. Itu karena postur yang salah dapat menyebabkan sakit kepala, kifosis, dan juga scoliosis. Scoliosis dikarenakan postur yang miring dalam waktu lama dan menyebabkan kelainan pada postur kita.

Lalu yang harus dihindari adalah saat kita mengangkat barang. Mungkin di kantor ada banyak barang yang harus dipindahkan, atau misalnya mau mengambil barang di belakang kita. Itu semua ada banyak tekniknya karena kalau salah malah dapat mencederai tulang bagian belakang kita. Di situ banyak sekali jaringan yang dapat tersakiti kalau kita melakukan aktivitas tidak sesuai dengan gerakannya. Misalkan, mengangkat barang dari bawah, itu tidak boleh langsung jongkok untuk mengambilnya. Jadi kita harus pelan-pelan jongkoknya, tegak lalu pelan-pelan naik ke atas.

 

Apakah orang yang sudah melakukan gerakan badan yang normal masih perlu exercise khusus?

 

Masih, karena sebenarnya tubuh kita itu bergerak tidak hanya kaki dan tangan saja yang harus digunakan tapi seluruh tubuh kita butuh mobilitas seperti pinggul kita, lalu tangan kita. Kalau  hanya jalan saja maka pinggul kita tidak mungkin ikut bergerak, sedangkan kita membutuhkan namanya fleksibilitas dalam tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas.

 

Saya contohkan mengapa harus tetap olah raga karena untuk melatih organ-organ tubuh atau bagian regional tubuh kita yang tidak bergerak yang selama aktivitas atau jalan itu tidak digerakan. Sebenarnya pada saat jalan badan kita bergerak semua. Misalnya tadi yang saya contohkan pinggul, aktivitas kita itu banyak duduk, biasanya sering sekali yang mengalami nyeri pinggang itu bisa diakibatkan karena salah satu penyebabnya adalah duduk terlalu lama, sehingga adanya penekanan pada otot-otot tulang belakangnya. Jadi mengalami sakit pada pinggangnya, itu yang paling sering dialami biasanya.

 

Itu terjadi karena posturalnya terlalu overhead position. Jadi kepala terlalu lama ke depan sehingga otot bagian lehernya sangat kencang, bahkan bisa ada yang mengalami nyeri kepala. Itu dapat membuat sakit kepala karena suplai oksigen ke bagian otak kita berkurang karena ditekan oleh si otot yang kencang tadi.

 

Kita mempunyai aliran darah atau dibilang pembuluh darah yang menghantarkan oksigen masuk ke dalam otak dan seluruh tubuh tapi ketika kita dalam posisi statis. Contohnya, bila terlalu overhead kepalanya terlalu ke depan, ototnya akan menekan sehingga si pembuluh darahnya ditekan sama otot sehingga yang seharusnya 100% masuk ke otak itu menjadi hanya 90% atau bahkan 70% jadi tidak maksimal seperti itu dan akibatnya terjadilah nyeri kepala.

 

Apa olah raga yang paling bagus?

 

Olah raga perut paling bagus karena sebenarnya perut itu otot inti yang mempunyai fungsi untuk tubuh kita. Jadi kita sangat butuh olah raga, minimal mungkin sudah pada tahu semuanya yaitu olah raga Plank. Posisi Plank itu posisinya seperti tengkurap tapi ditahan dengan tangan dan kaki, jadi benar-benar yang dirasakan adalah bagian perut atau core. Itu sangat penting karena core yang menopang seluruh tubuh kita. Jadi kalau ada yang mengatakan latihan Plank itu hanya untuk mengecilkan perut tidak hanya mengecilkan perut tapi untuk memperbaiki postur juga.