Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Berita PB

Siaran Pers: Generasi Muda Mengatasi Perubahan Iklim

11 Sep 2015| Cetak Artikel Ini

Makassar, 8 September 2015 Perubahan iklim merupakan masalah kompleks dan saling terkait dengan berbagai aspek kehidupan. Perubahan iklim menjadi tantangan bersama baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Berbagai komitmen dan kerjasama antar bangsa digagas untuk menanggulagi perubahan iklim. Pemahaman mengenai Perubahan Iklim ini harus dimiliki oleh generasi muda karena mereka adalah yang akan terkena dampak dari perubahan iklim di masa mendatang.

Perspektif Baru ingin memberikan perspektif perubahan iklim di acara Campus Road Show bertema "Saatnya Generasi Muda Berubah untuk Mengatasi Perubahan Iklim" di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar Selasa (8/9). Acara ini merupakan hasil kerja sama Yayasan Perspektif Baru (YPB), Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan Universitas Hasanuddin. Hadir sebagai pembicara pemerhati Lingkungan Wimar Witoelar, Political Campaigner, Greenpeace Indonesia Teguh Surya,Direktur Yayasan Perspektif Baru Melda Wita Sitompul serta moderator adalah Dr. Ir. Roland Alexander Barkey, dari Universitas Hasanuddin.

Wimar Witoelar mengatakan "Perubahan iklim tidak bisa dihindari pasti akan terjadi, setiap negara harus mempersiapkan langkah, memperkecil dampaknya, bahkan mencuri langkahnya untuk meningkatkan kehidupan. Saat ini semua negara-negara pihak konvensi internasional perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) diminta untuk mensubmit komitmen Intended Nationally Determined Contribution (INDC) atau Kontribusi yang diniatkan dan ditetapkan secara nasional" kata Wimar

Senin 31 Agustus 2015 Presiden Joko Widodo menerima penyerahan draft final INDC dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim Rachmat Witoelar dan Ketua Dewan Pengarah Penanganan Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja. Saat ini publik diberikan kesempatan untuk memberikan input dan saran pada draft final INDC dengan mengakses http://www.dephut.go.id/index.php/news/details/9845 dan mengisi formulir pada http://www.dephut.go.id/uploads/files/0cbe0ad873d106088f579218aa9e66df.pdf. Input dan Saran dari publik kemudian akan difinalisasi dan dilaporkan kepada presiden.

Wimar menambahkan INDC Indonesia akan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yg memiliki kekhasan sendiri sebagai negara kepulauan, multi ragam budaya dengan tulang punggung masyarakat adat yang kuat semua ini membangun resilience iklim terutama pada bidang pangan, air dan energi. Diharapkan akhir November di acara Conference of Parties (COP) 21 di paris, Indonesia akan tampil berkarakter dan menyumbangkan gagasan khusus untuk membangun penyelamatan bumi dari becana perubahan iklim.

Teguh Surya mengatakan siap atau tidak Indonesia sedang berhadapan dengan bencana iklim yang semakin memburuk hari demi hari. Keterlibatan masyarakat khususnya kaum muda dalam mencari solusi yang berkeadilan (Climate Justice) adalah sebuah keharusan. Pemerintah juga patut menjamin dan memastikan masyarakat memiliki akses atas data dan informasi yang cukup terkait penggunaan dan pengusahaan hutan dan lahan, mengingat tata kelola kehutanan yang buruk adalah pemicu dari besarnya kontribusi Indonesia untuk emisi GRK dunia.

Melda Wita Sitompul mengatakan Indonesia memiliki aset yang sangat potensial, yakni generasi muda. Masa depan adalah milik generasi muda. Dan sudah saatnya anak-anak muda mengubah cara pandang mereka akan Perubahan Iklim. Generasi muda dituntut menjadi pemain bukan sekedar penonton untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Semangat revolusi mental yang disuarakan Jokowi harus dimulai sekarang. Conference of Parties (COP) 21 yang akan diadakan di paris bisa dijadikan momentum dimana generasi muda berkontribusi menyuarakan semangat perubahan iklim yang diperjuangkan oleh delegasi Indonesia. Perjuangan para delegasi juga bisa diketahui publik luas khususnya generasi muda dimana dalam pelaksanaan komitmen INDC, generasi mudalah yang akan menjadi aktor utamanya. Generasi muda diharapkan kreatif dengan membuat program-program yang bisa menginspirasi lingkungan terdekatnya untuk lebih peduli lingkungan hidup.

Berdasarkan hal tersebut kepedulian generasi muda sangat berpengaruh besar terhadap perubahan iklim. Saat ini pemerintah telah mengajak para pemuda untuk ikut berperan aktif dalam mengatasi masalah perubahan iklim agar tidak menjadi ancaman bagi pembangunan nasional.

---Selesai---

Keterangan tentang Yayasan Perspektif Baru (YPB) dapat dilihat di situs www.perspektifbaru.com

Keterangan tentang Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dapat dilihat di situs www.kas.de/indonesien/id

Kontak Media

Yayasan Perspektif Baru
Derira Tarisa

Tel: (62-21) 727 90028 Fax: (62-21) 722 9994

E-mail: derira@intermatrix.co.id